Pasang Iklan Gratis

Slovenia ikut Spanyol desak penangguhan perjanjian UE-Israel

 PERDANA Menteri Slovenia Robert Golob pada Kamis mendukung seruan Spanyol untuk menangguhkan Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel. Ia beralasan penangguhan harus dilakukan menyusul serangan Israel brutal yang terus berlanjut di Libanon dan meningkatnya korban sipil.

Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun pemerintah di perusahaan media sosial AS X seperti dilansir Anadolu, Golob mengatakan, "Meskipun ada perjanjian gencatan senjata, Israel menyerang Libanon dengan cara yang paling kejam. Kita menyaksikan serangan tanpa pandang bulu terhadap daerah padat penduduk dengan jumlah korban sipil yang sangat tinggi, termasuk anak-anak."

Ia menambahkan bahwa Israel "dengan kejam melanggar hukum internasional, menghambat upaya perdamaian dan semakin meningkatkan penderitaan penduduk Lebanon."

Golob menyatakan dukungannya kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dengan menyatakan, "Saya bergabung dengan seruan Perdana Menteri Spanyol untuk menangguhkan Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel."

Ia juga memperingatkan terhadap eskalasi lebih lanjut, dengan mengatakan: "Kita tidak boleh membiarkan Libanon menjadi Gaza yang baru."

Pada Rabu, Sanchez mendesak penangguhan Perjanjian Asosiasi tahun 1995 dengan Israel, yang mengatur perdagangan dan kerja sama politik. Ini menyusul gelombang serangan baru di Libanon yang ia gambarkan sebagai "serangan terkeras" sejak serangan dimulai.

Israel melakukan salah satu serangan terbesarnya di Lebanon pada Rabu sejak melancarkan serangan militer terhadap Hizbullah awal bulan lalu. Serangan terhadap lebih dari 100 lokasi dalam 10 menit tersebut menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 orang, menurut Pertahanan Sipil Lebanon.

Heba Morayef, direktur regional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International, mengatakan bahwa Rabu menandai hari paling mematikan di Libanon sejak Israel melanjutkan serangan bulan lalu seperti dilansir The Hill.

Eskalasi ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pendudukan kembali Israel di Libanon selatan, yang mungkin meluas hingga Sungai Litani.

0 Response to "Slovenia ikut Spanyol desak penangguhan perjanjian UE-Israel"

Posting Komentar