Pasang Iklan Gratis

Nasib Agam Rinjani: Dulu viral evakuasi pendaki Brasil, kini ditolak masuk Gunung Rinjani

 Nama Abdul Haris Agam, atau yang akrab dijuluki Agam Rinjani kembali menjadi sorotan.

Dulu nama Agam Rinjani viral setelah membantu evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27) yang ditemukan meninggal di jurang Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Warga Negara (WN) Brazil Juliana Marins (27) ke Resort Sembalun pada Rabu (25/6/2025) malam.

Setahun berselang, Agam Rinjani kembali viral setelah bersama konten kreator sekaligus pegiat konservasi, Panji Petualang berencana ke Gunung Rinjani.

Kedatangan itu bertujuan menggelar satu tahunnya penyelamatan Juliana Marins wisatawan asing yang meninggal di gunung Rinjani pada tahun 2025.

Kedatangan Agam Rinjani bersama Panji Petualang, ke kawasan Gunung Rinjani memicu penolakan keras dari pelaku wisata setempat.

Panji Petualangan Minta Maaf

Panji Petualang akhirnya melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Lombok. 

Ucapan ini secara khusus dialamatkan kepada warga Suku Sasak dan pelaku wisatawan yang di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Mohon maaf yang seluas-luasnya untuk semua keluargaku di Lombok. Khususnya untuk semua pihak yang tersinggung atau tersakiti karena postingan ku," kata Panji dalam pengakuannya di akun Instagram @panjipetualang_real, Selasa (23/6/2026).

Panji membeberkan bahwa keributan ini berawal dari pertemuan kebetulan dengan Agam di Jakarta.

Pertemuan itu berkembang menjadi pembahasan mengenai momen mengenang satu tahun proses evakuasi jenazah Juliana di jalur pendakian Rinjani.

Namun, pembahasan dan teks yang tertera dalam konten tersebut rupanya memicu respons keras dari publik. 

Panji mengakui bahwa ada permasalahan masa lalu yang belum tuntas antara Agam dan para relawan Rinjani, yang mana ia sama sekali tidak mengetahui keberadaannya sebelumnya. 

"Ternyata tujuan ini juga mendapat penolakan dari sahabatku di Rinjani, ya khususnya di area Lombok dan sekitarnya. Karena adanya sesuatu yang belum selesai. Khususnya antara Bang Agam dengan teman-teman di sana," tuturnya.

Panji juga menekankan bahwa dirinya benar-benar buta terhadap latar belakang konflik yang terjadi di antara kedua kubu tersebut.

"Mohon maaf banget, pokoknya aku enggak tahu-menahu soal masalahnya, aku enggak terlalu paham. Khususnya untuk masalah caption-ku terkait pawang Gunung Rinjani, itu memang salah," tegas Panji.

Alasan Penolakan

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyampaikan penolakan tegas terkait rencana Agam membuat konten video di Rinjani dalam rangka memperingati satu tahun penyelamatan Juliana.

"Kami sangat keberatan dengan rencana kedatangannya yang ingin membuat video di Rinjani dengan dalih memperingati satu tahun penyelamatan Juliana. Kami juga tidak terima jika kata 'Pawang Rinjani' disematkan kepada yang bersangkutan," tegas Royal, Sabtu (20/6/2026). 

Inti dari penolakan ini berakar pada dugaan penyalahgunaan dana donasi yang dikumpulkan untuk operasi penyelamatan Juliana setahun lalu.

Menurut Royal, donasi yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan operasi penyelamatan termasuk untuk tim penyelamat, pendaki yang terlibat, hingga biaya peralatan yang digunakan selama proses evakuasi diduga tidak disalurkan sebagaimana mestinya. 

"Ada banyak janji dan utang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," tutur Royal.

Forum Wisata Lingkar Rinjani menilai bahwa pihak-pihak yang berjasa langsung dalam operasi penyelamatan seperti orang-orang yang mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri untuk menyelamatkan Juliana belum menerima apa yang seharusnya menjadi hak mereka dari dana yang terkumpul atas nama peristiwa tersebut.

Bagi Royal, kembali ke Rinjani untuk membuat konten tanpa lebih dulu menyelesaikan kewajiban finansial itu adalah tindakan yang dinilai tidak pantas bahkan berpotensi menjadi ajang pencitraan di tengah persoalan yang belum tuntas.

Gelar Pawang Rinjani

Persoalan kedua berkaitan dengan komunitas lokal tentang penyematan gelar "Pawang Rinjani" kepada Agam.

Bagi masyarakat dan pegiat wisata yang hidup berdampingan dengan Rinjani selama bertahun-tahun, gelar semacam itu bukan sekadar julukan kosong. 

Ia menyiratkan otoritas, kedekatan, dan legitimasi tertentu terhadap kawasan yang dianggap suci dan penuh kearifan lokal oleh masyarakat sekitar.

Penolakan keras terhadap gelar ini mengindikasikan kekhawatiran bahwa status "pawang" yang disematkan kepada figur yang sedang dalam sorotan kontroversi bisa merusak makna dan penghormatan yang seharusnya diberikan kepada gunung tersebut sekaligus berpotensi menciptakan persepsi keliru di mata publik tentang siapa yang sesungguhnya memiliki otoritas dan kedekatan dengan Rinjani.

0 Response to "Nasib Agam Rinjani: Dulu viral evakuasi pendaki Brasil, kini ditolak masuk Gunung Rinjani"

Posting Komentar