Pasang Iklan Gratis

Turki, Saudi, Pakistan dilaporkan bakal teken pakta pertahanan di Makkah

 Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dilaporkan akan menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada hari Jumat ini. Kesepakatan ini disebut
akan ditandatangani di Makkah

Kesepakatan yang telah dinegosiasikan sejak tahun lalu ini bakal menandai terbentuknya kerangka kerja trilateral baru yang signifikan di tengah krisis regional yang kian memburuk akibat serangan Israel dan AS terhadap Iran.

Para analis Saudi sebelumnya menyatakan bahwa Riyadh dapat mengaktifkan pakta pertahanan yang telah dimilikinya dengan Pakistan jika negara itu terlibat dalam perang melawan Iran.

Belakangan Saudi juga mendapat ancaman serangan dari kelompok Houthi dari Yaman setelah membantu pemerintahan status quo melancarkan serangan ke Bandara Internasional Yaman, Juli lalu. Sejak itu, Houthi telah menyatakan Laut Merah tertutup untuk kapal-kapal minyak Saudi. Sejumlah kapal Saudi juga telah jadi sasaran Houthi belakangan.

Kesepakatan yang direncanakan pada hari Jumat ini dapat membawa implikasi serupa bagi Turki, yang sudah menjadi sekutu AS dan NATO. Namun, belum jelas apa saja cakupan pertahanan bersama yang termuat dalam kesepakatan tersebut.

Kesepakatan ini, dilaporkan Middle east Eye, diperkirakan akan ditandatangani di Makkah oleh para pemimpin dari ketiga negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut. "Kesepakatan ini akan mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut," ujar salah satu sumber yang berbasis di Ankara.

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif setelah menandatangani perjanjian pertahanan di Riyadh, Arab Saudi. - (Saudi Press Agency)

"Jika berhasil diterapkan, kesepakatan ini akan meningkatkan stabilitas dan keamanan bagi penduduk di wilayah ini."

Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa kesepakatan itu akan mencakup seluruh kerja sama pertahanan di antara ketiga negara. "Hal ini tidak akan mengubah ataupun melemahkan komitmen aliansi lain yang mungkin dimiliki oleh ketiga negara tersebut," tambah sumber yang sama.

Sumber-sumber tersebut enggan mengungkapkan apakah kesepakatan itu memuat klausul pertahanan bersama, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut.

Sumber kedua mengatakan bahwa kesepakatan itu kemungkinan besar mencakup klausul semacam itu, namun mengingatkan bahwa ketentuan akhirnya belum dipastikan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz pada Jumat pagi waktu setempat. Ia disambut di bandara oleh para pejabat Arab Saudi serta Duta Besar Turki untuk Riyadh dan Konsul Jenderal Turki di Jeddah. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif tiba di Jeddah pada hari Kamis.

Jika Pakistan, Turki, dan Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan trilateral, hal itu akan menghubungkan tiga negara terbesar di kawasan tersebut, yang masing-masing memiliki keunggulan unik.

Arab Saudi, yang kaya akan minyak, merupakan satu-satunya negara anggota G20 di dunia Arab serta tempat bagi Makkah dan Madinah, dua kota paling suci dalam Islam.

Pakistan adalah satu-satunya negara bersenjata nuklir di dunia Muslim. Turki, yang wilayahnya membentang melintasi Asia dan Eropa, memiliki kekuatan militer terbesar kedua di NATO.

Baik Islamabad maupun Ankara kini muncul sebagai produsen dan eksportir senjata utama. Secara historis, Pakistan memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi maupun Turki. Namun, kedua negara yang disebut terakhir itu tidak selalu memiliki pandangan yang sejalan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung protes rakyat pasca-Arab Spring, sebuah gerakan yang dipandang Riyadh sebagai ancaman terhadap sistem pemerintahan monarkinya.

Satu dekade lalu, Arab Saudi dan UEA bekerja sama untuk melawan Turki di Libya. Mereka juga mendukung Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, seorang mantan jenderal yang pernah dikecam oleh Erdogan.

Namun, peta aliansi di kawasan ini telah mengalami perubahan drastis. Erdogan dan Sisi kini semakin mendekat di tengah kekhawatiran bersama mengenai agresi Israel di Gaza—yang diakui sebagai genosida oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, kelompok hak asasi manusia, dan para sejarawan. Serangan Israel yang lebih luas terhadap Lebanon, Suriah, dan Iran juga meningkatkan kekhawatiran tersebut.

Arab Saudi dan Turki mulai memperbaiki hubungan mereka sekitar tahun 2021.

0 Response to "Turki, Saudi, Pakistan dilaporkan bakal teken pakta pertahanan di Makkah"

Posting Komentar