Pelatih timnas Malaysia pasrah dengan masa depannya meski ambisi ke Piala Dunia masih membara
Pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, mengungkapkan bahwa ia mungkin tidak memiliki wewenang penuh atas masa depannya menjelang kejuaraan ASEAN.
Dengan kontraknya yang selesai pada akhir tahun, Cklamovski mengakhiri spekulasi selama berbulan-bulan mengenai masa jabatannya, yang mencakup opsi perpanjangan satu tahun lagi.
"Terkadang itu juga bukan keputusan saya," kata pelatih asal Australia itu, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari New Straits Times.
"Saya mencintai negara ini, pekerjaan saya, bekerja dengan para pemain dan staf."
"Tetapi saya harus fokus pada apa yang bisa saya kendalikan."
Ini adalah pertama kalinya Cklamovski mengakui secara terbuka bahwa nasibnya bergantung pada manajemen tim nasional, meskipun ia percaya pada proyek jangka panjang tim tersebut.
Meskipun telah menerima tawaran dari klub-klub di Jepang dan China, Cklamovski masih menunggu keputusan dari para petinggi setelah Harimau Malaya tersingkir dari Kualifikasi Piala Asia 2027.
Timnas Malaysia gagal ke Piala Asia 2027 akibat skandal naturalisasi yang mereka lakukan.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan untuk 'menganulir' dua kemenangan yang diraih Malaysia saat menghadapi Nepal (2-0) dan Vietnam (4-0).
Sebaliknya, AFC menyatakan bahwa Malaysia kalah 0-3 untuk kedua pertandingan tersebut.
Sanksi tersebut diberikan oleh AFC karena Timnas Malaysia dianggap telah menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Akibat keputusan AFC tersebut, Timnas Malaysia turun ke peringkat dua klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027.
Sementara itu, Vietnam yang mendapatkan tambahan tiga poin sukses mengambil alih posisi puncak klasemen Grup F dan berhak melaju ke putaran final Piala Asia 2027.
Tak hanya kehilangan tempatnya di Piala Asia 2027, Timnas Malaysia juga harus merosot di ranking FIFA akibat kasus tersebut.
Skuad Harimau Malaya kini terjun bebas (14 tangga) ke posisi 135 dunia.
"Dengan apa yang bisa kita kendalikan, Anda bisa menilai apakah itu sudah cukup baik," lanjut Cklamovski.
"Tak terkalahkan adalah jenis pertandingan sesungguhnya yang telah kita mainkan."
"Peringkat tersebut sepenuhnya di luar kendali kami."
Cklamovski juga mengkonfirmasi bahwa Malaysia mungkin akan menurunkan tim 'masa depan' di ASEAN Cup yang akan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
"Itu adalah sebuah pilihan, untuk menggunakan ASEAN Cup seperti turnamen taruhan masa depan bagi kami," katanya.
Dia mengatakan turnamen tersebut berada di luar kalender FIFA, ketika klub-klub sedang menjalani pramusim atau putaran awal liga, sehingga kemungkinan pelepasan pemain senior menjadi kecil.
Cklamovski mengatakan prioritas utama mereka sekarang adalah ajang FIFA ASEAN Cup yang bakal diselenggarakan perdana pada bulan September.
Dalam turnamen tersebut, Timnas Malaysia rencananya akan menurunkan skuad dengan kekuatan penuh.
"Itu akan sangat menarik karena semua orang akan tersedia dan akan ada trofi yang diperebutkan," ucap Cklamovski.
Dia kemudian mengatakan ambisi Malaysia meluas hingga tahun 2030, sebuah visi yang melampaui masa jabatannya sendiri.
"Entah saya ada di sini atau tidak, mimpi tahun 2030 (Piala Dunia) itu harus terwujud," katanya.
Timnas Malaysia saat ini sedang bersiap untuk pertandingan terakhir Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan melawan Vietnam.
Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Thien Truong, Ninh Binh, Selasa (31/3/2026).


0 Response to "Pelatih timnas Malaysia pasrah dengan masa depannya meski ambisi ke Piala Dunia masih membara"
Posting Komentar